CARI WEB YANG BONUS NYA BESAR? DAN JP BERAPA PUN DI BAYAR? AKU BISIKIN MANJA NIH CUSS KESINI NIH BEBS ,SINDIKAT303 INI BUKAN KALENG - KALENG !! 🥰🥰
Tampilkan postingan dengan label HEALTH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HEALTH. Tampilkan semua postingan

Banyak Duduk Bisa Mematikan , Lalu Bagaimana Dengan Nasib Para Pekerja Kantoran


JURNALBERITA24 - Hal yang belum banyak diketahui masyarakat saat ini adalah bahaya terlalu banyak duduk. Duduk yang dianggap seolah menjadi hal yang begitu sepele, ternyata dapat menjadi penyebab kematian.

Bahkan saat ini sudah ada istilah sitting is the new smoking, yang menyatakan bahwa efek dari duduk yang terlalu lama ternyata sama berbahayanya dengan merokok.

Lalu bagaimana nasib pekerja yang mengharuskan duduk dengan durasi yang cukup lama setiap harinya?

"Apabila di kantor, setiap 3 jam sekali usahakan lalukan kegiatan fisik, yang ringan-ringan saja, agar otot-ototnya tidak kaku," jelas founder dan senior fisioterapis EvoPhysio.id, S. Rujito, saat ditemui detikHealth di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Menurut pria yang akrab disapa Ito ini ada gerakan-gerakan fisik yang mudah untuk dilakukan para pekerja kantoran. Bahkan tidak akan menguras banyak waktu, seperti berdiri lalu dorong kedua tangan ke depan, kemudian menarik kedua tangan ke belakang, serta berdiri melakukan side bends kanan dan kiri atau menekuk pinggang kanan dan kiri sampai otot samping perut berkontraksi, tahan selama 30 detik dan kembali ke posisi awal.

Ito sangat menyarankan untuk terus melakukan aktivitas fisik agar otot-otot tubuh lebih fungsional guna menghindari low back pain yang diakibatkan duduk terlalu lama. Dan gerakan-gerakan mudah tersebut dapat dilakukan di kantor, bahkan di tempat yang tidak terlalu luas sekalipun.

"Nah ada juga cara termudah lainnya melakukan aktivitas fisik untuk para pekerja kantoran, yakni di setiap 3 jam sekali cobalah untuk beranjak dari meja kantor, kemudian berjalan ke rest room atau sekadar buat minuman," pungkas Ito.

Coba Lakukan Tips Ini Jika Anda Sulit BAB !


JURNALBERITA24 - Siapa yang pernah mengalami susah buang air besar (BAB)? Pasti hampir semua orang pernah mengalaminya. Mulai dari makan buah-buahan seperti pepaya, hingga minum obat pencahar dilakukan demi melancarkan BAB.

Dokter ahli saluran cerna, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH membagikan tips mudah dan alami supaya BAB setiap harinya tetap lancar jaya.

"Kalian nih wajib banget sehari melangkah itu 6.000, kan sekarang sudah ada aplikasinya memudahkan kan untuk melakukan pengecekannya atau jalan sehari minimal 30 menit. Hal ini selain membuat tubuhmu tetap bugar, tentu saja akan melancarkan proses buang air besar, karena kamu banyak bergerak," tutur dr Ari saat diwawancarai detikHealth, Kamis (6/12/2018).

Selain berjalan kaki, dr Ari juga menganjurkan semua orang untuk mencukupi asupan air, yaitu sekitar dua liter dalam sehari. Kemudian konsumsi buah dan sayur juga sangat penting untuk kelancaran BAB.

"Semaksimal mungkin untuk mencukupi kandungan serat kalian, apabila dalam keadaan darurat diperbolehkan saja menggunakan obat pencahar yang tipenya berfungsi untuk melunakkan feses. Jangan sering gunakan obat yang tipenya merangsang usus kita untuk bekerja keras, hal tersebut tentunya tidak baik untuk kesehatan usus kita karena nantinya justru usus kita malah tidak mau bekerja akibat efek obat tersebut," jelasnya.

dr Ari juga memperingatkan untuk tidak menganggap sepele kondisi susah BAB atau sembelit. Karena terkadang, sembelit bisa jadi suatu gejala dari kanker usus atau penyakit kronis lainnya. Bila dalam tiga hari BAB tidak normal, patut diwaspadai dan segera memeriksakannya ke dokter.

Jika Ada Sering Sesak Napas Lakukan Tes Ini Untuk Mengetahui Kondisi Paru-Paru Anda


JURNALBERITA24 - Penyakit paru seringkali tidak terdeteksi. Padahal cara untuk mendeteksinya nggak susah-susah amat lho, yang penting harus segera dilakukan saat mengalami sesak atau susah bernapas.

"Sangat diperlukan pemeriksaan dini untuk mendeteksi penyakit kronis paru itu, ya caranya dengan melakukan tes spirometri," tutur dr Susanthy Djajalaksana, SpP(K) saat diwawancarai detikHeatlh, di kantor Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Jakarta Timur, Rabu (21/11/2018).

Menurut dr Santhy, rangkaian tes spirometri ini bisa dilakukan di rumah sakit. Tes ini dapat mengevaluasi fungsi paru, kemampuan otot paru, serta dapat membantu mendiagnosis kondisi paru-paru dengan menggunakan alat bernama spirometer.

Eits tunggu dulu, siapa yang mengira tes ini rumit? Tenang saja! Rangkaian tes ini tentu saja dapat dikatakan cukup sederhana dan tidak menghabiskan banyak waktu.

Sebelum melakukan tes ini, pasien diminta untuk tidak merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi obat-obatan. Gambaran rangkaian tesnya kira-kira seperti ini. Pertama alat spirometer ini harus dikalibrasi terlebih dahulu, kemudian pasien akan diminta untuk menutup hidung dan melakukan tarikan napas panjang serta menghembuskannya menggunakan mulut melalui alat spirometer.

Kecepatan aliran bernapas diukur pada saat inhale dan exhale. Besaran kapasitas udara dalam paru-paru seseorang pun bisa dipengaruhi oleh usia, tinggi badan, berat badan, serta jenis kelamin.

"Apabila kalian sudah merasa sulit bernapas dalam beraktivitas bahkan saat memakai pakaian sangat terengah-engah, tidak ada salahnya untuk melakukan tes ini. Siapa tahu kondisi paru-paru kalian sedang mengalami gangguan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati," tutup Santhy.

Menkes Menggatakan Daun Kelor Bisa Bantu Kurangi Stunting


JURNALBERITA24 - Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, menyebutkan konsumsi daun kelor mampu mencegah dan bahkan mengurangi stunting atau masalah kekurangan gizi di Indonesia.

"Kita tahu daun kelor, saya juga waktu itu pernah ditegur katanya ngurusin stunting atau ngurusin kurang gizi itu dengan daun kelor lho. (Konsumsi) daun kelor dengan kacang hijau," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Senin (12/11/2018).

Salah satu permasalahan kesehatan di Indonesia adalah angka anak yang stunting dan kurang gizi kronis masih cenderung tinggi. Meski trennya cenderung menurun, namun prevalensi anak stunting masih menjadi perhatian khusus dari pemerintah.

"Daun kelor itu di ekspor ke Australia dari NTT (Nusa Tenggara Timur), padahal kita kekurangan gizi. Tahun 2013 kita 37,2 persen anak kita stunting. Artinya dari 10 anak ada 4 orang yang stunting, itu yang susahnya di situ," tambahnya.

Menkes Nila menuturkan, kelor dapat dengan mudah ditemui di Indonesia. Tentunya hal ini bisa menjadi acuan untuk melakukan berbagai inovasi agar meningkatkan konsumsi kelor di masyarakat.

"Daun kelor itu nggak ada di tempat lain, hanya ada di Indonesia. Artinya gizi anak kita juga tertolong di sini. Kan kita bisa inovasi, di bentuk berbagai macam," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional, Ina Rosalina Dadan, mengatakan kelor memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan terutama dalam meningkatkan nafsu makan.

"Kelor itu gizinya banyak sekali, ada zinc-nya, ada vitamin lain sehingga kalau seseorang makan secara terus menerus bisa meningkatkan nafsu makan dan menjadi sehat," tuturnya.